Memang sudah seharusnya pengrajin/produsen batu bata merah untuk beralih dalam mencetak batu bata secara manual ke teknik pencetakan otomatis yang menggunakan mesin batu bata. Dengan bantuan mesin batu bata, maka pengrajin batu bata bisa memproduksi batu bata merah dalam jumlah ribuan dalam satu jam. Mesin batu bata type 2 Stirrer dengan harga yang paling murah mampu mencetak 2000 batu bata merah setiap per jam nya yang dikerjakan oleh 4 karyawan. Mesin batu bata type 2 stirrer ini hanya diperuntukkan mencetak batu bata yang terbuat dari bahan tanah liat pilihan (tanpa kerikil). Sedangkan untuk tanah liat yang tercampur dengan kerikil bisa menggunakan mesin batu bata type 4 crush yang dilengkapi alat penghancur kerikil menjadi pasir yang lembut sehingga hasil cetak sangat halus, rapi dan permukaan batu bata mengkilap.
Dengan adanya mesin batu bata yang mampu mencetak batu bata ribuan per jamnya, maka setiap kali ada tawaran untuk memproduksi batu bata dalam jumlah besar dan rentang waktu yang singkat bisa diterima serta dikerjakan dengan tepat waktu. Di Indonesia saat ini ada banyak jenis mesin batu bata yang dijual oleh produsen lokal. Namun dilihat dari segi kualitas, ketangguhan dan kecanggihan dari mesin batu bata yang paling terjamin serta terpercaya hanya bisa anda temukan di Jualmesinbatubata.com. Melalui website tersebut anda bisa dengan mudah memesan/oder/membeli mesin batu bata sesuai dengan budget yang anda miliki. Produsen ini Jual Mesin Batu Bata berbagai tipe dengan fitur yang berbeda dan harga bervariasi, jadi anda bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan budget.
Berikut ini kelebihan mesin batu bata yang dijual oleh Jualmesinbatubata.com antara lain adalah :
1. Mampu memproduksi batu bata dalam jumlah banyak hanya dalam hitungan jam
2. Mesin batu bata bersifat portable atau mudah dipindah tempatkan dimana saja meskipun medan menanjak dan terjal
3. Menggunakan mesin batu bata dalam memproduksi batu bata akan menghemat biaya operasional karena tidak memerlukan tenaga kerja yang banyak dan cukup 4 karyawan saja.

No comments:
Post a Comment